BANYAK JALAN MENUJU ROMA

by
Kota Roma. Foto: Wayanpai

Banyak jalan menuju Roma. Makna dari ungkapan itu ternyata bukan hanya milik dunia Barat saja. Dalam wacana keislaman ada hadits Rasulullah SAW yang mengabarkan bahwa Roma di Italia akan menjadi bagian dunia Islam.

Wartapilihan.com, Jakarta –Tentunya kabar ini amat menggembirakan dan dahsyat, mengingat kota Roma adalah ‘ibukota’ agama Kristen Katolik. Di mana Paus, pemimpin umat Kristen Katolik, selama 2000 tahun telah menduduki singgasana kepausan di kota yang warganya amat fanatik dengan sepak bola itu.

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin Al-Ash, anak dari Amr bin Al-Ash, Abdullah ditanya: Kota manakah yang kelak difutuhat terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah (Roma)? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah SAW, beliau SAW ditanya: Manakah dua kota ini (maksudnya Konstantinopel dan Roma) yang akan difutuhat lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma? Rasululullah menjawab, “Kota Heraklius ditaklukan (futuhat) lebih dahulu (daripada Roma).” (HR. Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan Al-Hakim)

Hadits ini dishahihkan oleh Imam Al-Hakim. Imam Adz-Dzahabi menyepakatinya. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi berkata: Hadits ini hasan sanadnya. Al-Albani sependapat dengan Al-Hakim dan Adz-Dzahabi bahwa hadits ini bukan hanya hasan tetapi juga shahih.

Rumiyah yang disabdakan oleh Nabi SAW tersebut adalah Roma.  Menurut kebiasaan bahasa Arab waktu itu, jika menyebut Rumiyah maknanya adalah kota Roma, bukan Byzantium atau Romawi Timur. Sedangkan jika disebut Rum itu bermakna Romawi Timur atau Byzantium yang memiliki ibu kota Konstantinopel. Kitab Mu’jam al-Buldan menjelaskan, Rumiyah adalah kota di mana tahta suci Kristen (kepausan) berada, atau merupakan ibukota Italia hari ini, Roma. Sekarang, sudah 14 abad lebih sejak Rasulullah SAW menyampaikan nubuwwatnya tentang futuhat Roma, hingga kini kota Roma belum juga menjadi bagian dunia Islam kendati Islam kian hari kian marak di ibukota kekaisaran Romawi kuno tersebut.

Ada sebagian ulama yang menyatakan futuhat kota Roma akan dilakukan dengan Islamisasi penduduk dan kulturnya. Penduduk kota yang identik dengan sepak bola itu dianggap kelak akan mayoritas Islam tanpa bisa dibendung lagi. Kendati demikian pendapat ini masih bisa dikritisi mengingat futuhat yang dimaksud dalam haditsnya beriringan dengan kata futuhat kota Konstantinopel. Sejarah justru membuktikannya kota tersebut dibebaskan dengan peperangan dahsyat.

Ilham Martasyabana, penggiat sejarah Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *